Tasikmalaya, 19 Oktober 2014
15:15
satu minggu rasanya cukup bagiku untuk introspeksi diri, aku menyadari mungkin ia lelah denganku. dan tidak adalagi kata perjuangan baginya karena aku sudah tidak pantas ia perjuangkan lagi.
aku memang mempunyai banyak kesalahan, tapi pahamilah aku menjadi bukan aku sebenarnya karena kemarin aku begitu mengkhawatirkanmu. dan ketika aku merasakan kekhawatiran itu, kamu tidak menjelaskan seperti biasanya.
kemarin aku takut kehilanganmu, karena itulah aku marah dan kesal padamu.
aku menyadari bahwa kehadiranku membuatmu banyak beban, tolong maafkan aku.
sekarang aku mengikhlaskanmu meskipun aku tidak tau sebenarnya perasaan terakhir yang kamu miliki untukku. tidak tau seberapa besar salahku. tidak tau apakah sekarang ini sifat aslimu.
mungkin setelah kejadian ini aku trauma untuk berhubungan beda suku, aku trauma menerima cinta sebelum dikenalkan kepada orang tuanya,bahkan aku trauma untuk di dekati seorang laki-laki.
satu minggu rasanya cukup bagiku untuk introspeksi diri, aku menyadari mungkin ia lelah denganku. dan tidak adalagi kata perjuangan baginya karena aku sudah tidak pantas ia perjuangkan lagi.
aku memang mempunyai banyak kesalahan, tapi pahamilah aku menjadi bukan aku sebenarnya karena kemarin aku begitu mengkhawatirkanmu. dan ketika aku merasakan kekhawatiran itu, kamu tidak menjelaskan seperti biasanya.
kemarin aku takut kehilanganmu, karena itulah aku marah dan kesal padamu.
aku menyadari bahwa kehadiranku membuatmu banyak beban, tolong maafkan aku.
sekarang aku mengikhlaskanmu meskipun aku tidak tau sebenarnya perasaan terakhir yang kamu miliki untukku. tidak tau seberapa besar salahku. tidak tau apakah sekarang ini sifat aslimu.
mungkin setelah kejadian ini aku trauma untuk berhubungan beda suku, aku trauma menerima cinta sebelum dikenalkan kepada orang tuanya,bahkan aku trauma untuk di dekati seorang laki-laki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar