hari ini tanggal 19, sudah tidak ada lagi laki-laki yang memberikan aku bunga setiap tanggal 19, tidak ada lagi cium, peluk, bahagia, senyum, ungkapan syukur karena telah memilikinya. Tuhan, aku berterimakasih kepadamu jika ternyata ini bukan ujian darimu, melainkan takdir. terimakasih ia pernah menjadi bagian dalam hidupku. terimakasih ia pernah memperjuangkan aku, terimakasih ia pernah menemani aku ketika aku melewati masa-masa sulit, dan terimakasih ia pernah membuat hidupku menjadi lebih berarti.
Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.
Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.
aku bahagia pernah memilikimu, kamu lebih menuruti keinginan ibumu. itu berarti kamu berbakti kepada ibumu. Kamu merelakan perasaan demi seorang ibu. Ternyata selama ini aku pernah memiliki laki-laki yang baik seperti kamu.
sekarang aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki, dan cinta bisa mengubah gelap menjadi terang dan terang menjadi gelap. aku berani mencitaimu, dan harus berani sakit karenamu.
aku menjadikan ini sebuah pelajaran, seharusnya aku tidak menyepelekan perkenalan orang tua sebelum serius menjalani suatu hubungan. kemarin aku sabar dan menghargai keinginan ibumu, tidak boleh mengenalkan pasangan sebelum wisuda atau kerja. dan dulu aku pernah khawatir, khawatir jika suatu saat tidak direstui, tapi kemarin kamu begitu yakin ibumu setuju, asalkan bahagia dan bukan orang sebrang ibumu setuju saja ketika itu melihat fotoku di hp mu. tapi sekarang terjawab sudah kekhawatiranku selama ini. tiba-tiba ibumu menanyakan hal serius dan melarang hubungan ini ketika mengetahui bahwa aku adalah suku sunda.
karena itu sekarang aku mempunyai komitmen, jika ada seorang laki-laki yang menginginkan hubungan serius denganku, aku hanya inginkan orang tuanya mengenal dan merestui aku terlebih dahulu, dan aku tidak inginkan status pacar. aku hanya menginginkan perkenalan dan langsung menikah saja.
semoga kamu pun menjadikan ini suatu pelajaran yang berharga. baiknya kamu sukses dulu sesuai keinginan ibumu, setelah itu kamu mengenalkan wanita yang nanti kamu cintai. setelah ibumu merestui, barulah kamu bebas berucap "apakah kamu mau jadi istriku?" Seperti yg sering kamu katakan kepadaku setiap hari, kepada wanita yang kamu cintai nanti.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.
ibank, terimakasih kamu pernah memperjuangkan aku.
ibank, terimakasih kamu pernah selalu ada untukku.
ibank, terimakasih kamu pernah menjagaku.
ibank, terimakasih kamu pernah mencintai aku.
ibank, terimakasih kamu pernah menyayangiku sama seperti kamu menyayangi ibumu.
ibank, terimakasih untuk semua waktumu yang pernah kamu berikan untukku.
ibank, terimakasih untuk semua pengorbananmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar