Saat melepasmu pergi jauh
Berakhir dengan luka yang dalam
Sanggupkah ku untuk menunggumu
Menuggu sesuatu yang tak pasti
Kembalilah, kembalilah kasih
Kembalilh ku rindu engkau di sini
Perlahan-lahan kau mnghilang
Berlari-lari kau ku cari
Terbayang-bayang kau pun datang
Meski ku mereka-reka
Belarut-larut kau meraju
Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku
Hingga kini ku masih menuggu
Berharap keajaiban kan datang
Meski ku tau kau tak pernah mengerti
Apa yang sebenarnya ku mau
Perlahan-lahan kau mnghilang
Berlari-lari kau ku cari
Terbayang-bayang kau pun datang
Meski ku mereka-reka
Belarut-larut kau meraju
Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku
Siang malam ku nanti
Sebuah jawaban atas perhatianku
Berlari-lari kau ku cari
Terbayang-bayang kau pun datang
Meski ku mereka-reka
Belarut-larut kau meraju
Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku
Belarut-larut kau meraju
Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku
Sampai habis air mataku
Rabu, 22 Oktober 2014
Selasa, 21 Oktober 2014
Lelah
Rindu ini..
Takkan mati..
Walaupun apa yang terjadi..
Akankah..
Sang mentari..
Sampaikan Ceritaku ini..
Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau..ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Agar kau bahagia..
Luka ini..
Tak sakiti..
Kan kurasakan sampai mati..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Ingin kau bahagia..
Lelahku mengerti disini..
Ditemani bulan dan mentari..
Dengan cinta yang tulus dan suci..
Rasa lelah ini..
Kan Sangat berarti..
Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Takkan mati..
Walaupun apa yang terjadi..
Akankah..
Sang mentari..
Sampaikan Ceritaku ini..
Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau..ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Agar kau bahagia..
Luka ini..
Tak sakiti..
Kan kurasakan sampai mati..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..
Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Ingin kau bahagia..
Lelahku mengerti disini..
Ditemani bulan dan mentari..
Dengan cinta yang tulus dan suci..
Rasa lelah ini..
Kan Sangat berarti..
Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Tentang Kita
Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda. Ini tentang yang menyeimbangkan hidup, kenyamanan di sisi dan kasih sayang tiada henti. Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berfikir ini pantas atau tidak. Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatku untuk pulang. Yang bisa membuatku sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit. Menerima apa adanya meskipun seadanya. Wajah mungkin tak rupawan, tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang harus di perjuangkan. Masa lalunya tidak menjadi persoalan karena tahu itu yang membentuknya menjadi seperti sekarang. Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar menjadi lebih baik. Tentang kita yang ikhlas seumur hidup menjadi imam atau makmumnya.
Minggu, 19 Oktober 2014
Terimakasih Bangkit Sayekti
hari ini tanggal 19, sudah tidak ada lagi laki-laki yang memberikan aku bunga setiap tanggal 19, tidak ada lagi cium, peluk, bahagia, senyum, ungkapan syukur karena telah memilikinya. Tuhan, aku berterimakasih kepadamu jika ternyata ini bukan ujian darimu, melainkan takdir. terimakasih ia pernah menjadi bagian dalam hidupku. terimakasih ia pernah memperjuangkan aku, terimakasih ia pernah menemani aku ketika aku melewati masa-masa sulit, dan terimakasih ia pernah membuat hidupku menjadi lebih berarti.
Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.
Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.
aku bahagia pernah memilikimu, kamu lebih menuruti keinginan ibumu. itu berarti kamu berbakti kepada ibumu. Kamu merelakan perasaan demi seorang ibu. Ternyata selama ini aku pernah memiliki laki-laki yang baik seperti kamu.
sekarang aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki, dan cinta bisa mengubah gelap menjadi terang dan terang menjadi gelap. aku berani mencitaimu, dan harus berani sakit karenamu.
aku menjadikan ini sebuah pelajaran, seharusnya aku tidak menyepelekan perkenalan orang tua sebelum serius menjalani suatu hubungan. kemarin aku sabar dan menghargai keinginan ibumu, tidak boleh mengenalkan pasangan sebelum wisuda atau kerja. dan dulu aku pernah khawatir, khawatir jika suatu saat tidak direstui, tapi kemarin kamu begitu yakin ibumu setuju, asalkan bahagia dan bukan orang sebrang ibumu setuju saja ketika itu melihat fotoku di hp mu. tapi sekarang terjawab sudah kekhawatiranku selama ini. tiba-tiba ibumu menanyakan hal serius dan melarang hubungan ini ketika mengetahui bahwa aku adalah suku sunda.
karena itu sekarang aku mempunyai komitmen, jika ada seorang laki-laki yang menginginkan hubungan serius denganku, aku hanya inginkan orang tuanya mengenal dan merestui aku terlebih dahulu, dan aku tidak inginkan status pacar. aku hanya menginginkan perkenalan dan langsung menikah saja.
semoga kamu pun menjadikan ini suatu pelajaran yang berharga. baiknya kamu sukses dulu sesuai keinginan ibumu, setelah itu kamu mengenalkan wanita yang nanti kamu cintai. setelah ibumu merestui, barulah kamu bebas berucap "apakah kamu mau jadi istriku?" Seperti yg sering kamu katakan kepadaku setiap hari, kepada wanita yang kamu cintai nanti.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.
ibank, terimakasih kamu pernah memperjuangkan aku.
ibank, terimakasih kamu pernah selalu ada untukku.
ibank, terimakasih kamu pernah menjagaku.
ibank, terimakasih kamu pernah mencintai aku.
ibank, terimakasih kamu pernah menyayangiku sama seperti kamu menyayangi ibumu.
ibank, terimakasih untuk semua waktumu yang pernah kamu berikan untukku.
ibank, terimakasih untuk semua pengorbananmu.
Larangan orang jawa menikah dengan orang sunda
aku salah seorang yang tidak percaya akan mitos "orang sunda tidak baik menikah dengan orang jawa" , aku hanya percaya akan kehendak Tuhan, Tuhanlah yang mempertemukan dan mentakdirkan.
yang terpenting bagiku adalah agama, saling menghargai, saling menghormati, mempunyai komitmen, dan jika ada hal yang tidak membuat nyaman, langsung dibicarakan.
sekarang mungkin aku memang seharusnya belajar ikhlas, entahlah sekarang ini ujian atau memang takdir. tapi jika inilah takdir yang diberikan Tuhan, aku berterimakasih kepadaNya, karenaNya aku dipertemukan dan mempunyai pengalaman hidup. setidaknya aku pernah bahagia bersamanya, aku pernah diperlakukan sangat baik olehnya, aku pernah melewati masa-masa sulit bersamanya.
jika ini salah satu ujian yang diberikan Tuhan, aku sudah cukup memperjuangkannya.
jika ini salah satu ujian yang diberikan Tuhan, aku sudah cukup memperjuangkannya.
sekarang dia sudah menjadi sahabat bagiku, bukan menjadi calon suami lagi.memang berat bagiku, tapi mungkin inilah yang terbaik.
Wake Me Up When September Ends
Tasikmalaya, 19 Oktober 2014
15:15
satu minggu rasanya cukup bagiku untuk introspeksi diri, aku menyadari mungkin ia lelah denganku. dan tidak adalagi kata perjuangan baginya karena aku sudah tidak pantas ia perjuangkan lagi.
aku memang mempunyai banyak kesalahan, tapi pahamilah aku menjadi bukan aku sebenarnya karena kemarin aku begitu mengkhawatirkanmu. dan ketika aku merasakan kekhawatiran itu, kamu tidak menjelaskan seperti biasanya.
kemarin aku takut kehilanganmu, karena itulah aku marah dan kesal padamu.
aku menyadari bahwa kehadiranku membuatmu banyak beban, tolong maafkan aku.
sekarang aku mengikhlaskanmu meskipun aku tidak tau sebenarnya perasaan terakhir yang kamu miliki untukku. tidak tau seberapa besar salahku. tidak tau apakah sekarang ini sifat aslimu.
mungkin setelah kejadian ini aku trauma untuk berhubungan beda suku, aku trauma menerima cinta sebelum dikenalkan kepada orang tuanya,bahkan aku trauma untuk di dekati seorang laki-laki.
satu minggu rasanya cukup bagiku untuk introspeksi diri, aku menyadari mungkin ia lelah denganku. dan tidak adalagi kata perjuangan baginya karena aku sudah tidak pantas ia perjuangkan lagi.
aku memang mempunyai banyak kesalahan, tapi pahamilah aku menjadi bukan aku sebenarnya karena kemarin aku begitu mengkhawatirkanmu. dan ketika aku merasakan kekhawatiran itu, kamu tidak menjelaskan seperti biasanya.
kemarin aku takut kehilanganmu, karena itulah aku marah dan kesal padamu.
aku menyadari bahwa kehadiranku membuatmu banyak beban, tolong maafkan aku.
sekarang aku mengikhlaskanmu meskipun aku tidak tau sebenarnya perasaan terakhir yang kamu miliki untukku. tidak tau seberapa besar salahku. tidak tau apakah sekarang ini sifat aslimu.
mungkin setelah kejadian ini aku trauma untuk berhubungan beda suku, aku trauma menerima cinta sebelum dikenalkan kepada orang tuanya,bahkan aku trauma untuk di dekati seorang laki-laki.
Minggu, 12 Oktober 2014
Tolong jangan lupakan perjuangan melalui do'a
Tasikmalaya, 12 Oktober 2014
11:40
Terimakasih u/ 530hari 75minggu. Terimakasih u/ wkt yg telah km berikan untukku. Mungkin bagimu itu adalah wkt yg sangat singkat sehingga km mampu melupakan aku dalam sekejap, tp bagiku 530hari adalah wkt yg sangat panjang, banyak kenangan indah yg tidak bisa aku lupakan dalam sekejap. Maafkan atas kekuranganku yg membuatmu mampu melupakanku dlm sekejap, tp aku selalu ingin memberikan yg terbaik untukmu.
Terimakasih km pernah menyayangi aku, pernah mencintai aku, pernah memperjuangkan aku. Aku tidak akan melupakan itu selamanya, kecuali Tuhan memberikan hilang ingatan padaku.
Memang benar caramu menghadapi
keputusan beliau, dgn cara solat km mampu menenangkan diri. Tp maafkan
aku yg tidak bisa setenang km, krn setiap solat aku tidak mampu
melupakan km dan menahan air mata ini, krn selama ini kita tidak pernah
lepas dr solat berjamaah, setiap solat aku hanya memikirkanmu ada
didepanku, dan aku ada di belakangmu mengikuti ayat2 yg km ucapkan. Dan
setiap berdoa, aku selalu bersyukur krn calon imamku sebaik dirimu. Lalu
aku mencium tanganmu.
Setiap ucapanmu aku tidak pernah sedikitpun melupakannya. Dulu km pernah berkata, jika suatu saat aku putus denganmu, km tidak akan mencintai wanita lain selain ibumu. Krn akulah yg terakhir bagimu.
Tolong bantu aku berjuang dalam doa, satukan kekuatan cinta kita dalam doa.
Percayakan semua atas kehendak Alloh, mungkin kehendak ibumu adalah salah satu ujian yg Alloh berikan kepada kita. Agar kita tidak melupakan kuasa kehendak Alloh.
Aku belajar memahami itu, ibumu seorang manusia yang bisa salah seperti ibu lainnya.
Aku memahami karena ibumu tidak mengenal aku, tidak pernah bertemu denganku, dan tidak mengetahui seberapa besar perasaanmu kepadaku.
Karena itulah mungkin ibumu tidak memikirkan yang lain ketika membuat keputusan itu.
Aku memahami km yg begitu menyayangi ibumu dan tidak mau membuat beliau sedih.
Tapi yakinlah akan kekuatan doa yg mempunyai kesempatan untuk menyatukan kita.
Jumat, 10 Oktober 2014
maaf
Tasikmalaya, 11 okt 2014
00:45
Aku tidak pernah berniat
untuk mengakhiri hubungan dengannya, hanya saja kemarin aku menanyakan apakah
kita pantasnya sebagai teman karena dia melupakan waktunya untukku. Aku kemarin
emosi, marah dan kecewa karenanya, dan aku berubah menjadi bukan aku
sebenarnya.
Aku mengutarakan kesedihan yang tidak seperti biasanya aku
meluapkannya di media sosial. Dan bukan aku sebenarnya yang mencari tau
keadaanya melalui temannya.
Maaf kan aku yang membuatmu tidak suka dengan aku sekarang,
aku seperti ini karena sakit yang sekarang aku alami, hanya itu.
Karena aku terlalu menyayangimu, aku menjadi seperti ini.
Hari ini aku memintamu penjelasan tentang banyak factor yang
membuatmu berubah. Tapi aku tidak mengerti maksudmu, karena aku merasa tidak
seperti itu. Katamu aku susah untuk di ajak baik, aku tidak mengerti apa yang
kamu maksud, aku selalu mencerna setiap perkataanmu, sempat aku memahami apa
maksudmu kemarin, kamu kesal karena aku plin-plan ketika aku memutuskan iya
atau tidak untuk mengikuti test bank bca di semarang, jujur saja itu bukan
plin-plan, tapi karena aku memikirkan banyak hal, jika aku berangkat ke
semarang pasti akan ada banyak uang yang harus dikeluarkan, dan aku juga berhak
meminta izin dari orang tua. Sebenarnya orang tua aku tidak menyetujui test itu
karena semarang cukup jauh dari tempat tinggalku. Tapi aku meyakinkan mereka
agar aku bisa pergi kesana, aku hanya ingin bersamamu lagi, melewati skripsimu
denganku. Seperti dulu aku melewati skripsi denganmu. Aku ingin seperti dulu
lagi kita selalu bersama, melewati susah dan senang bersama.
Ketika aku bertanya kepadanya tentang alasannya yang kedua,
dia menjawab karena orang tua, ridho orang tua adalah ridho Alloh. Dan aku
merasa kaget dan seperti jatuh seketika, ada apa dengan orang tuanya? Ketika
awal hubungan dengannya, ibunya pernah melihat fotoku di hp miliknya, dan dia
menceritakan tentang aku, dan ibunya setuju saja.
Ternyata ibunya tidak setuju dia menikah dengan aku yang
berasal dari suku sunda. Entahlah, begitu sakit ketika aku membaca pernyataan
itu.
Aku kecewa, tetapi aku harus menghargai keputusan seorang ibu
pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Kenapa keputusan itu tidak sejak dulu, sebelum aku terlalu
menyayanginya seperti sekarang ini. apakah salahku ini menjadi suku sunda?
Apakah kamu tidak mau memperjuangkan aku? Seperti aku yang
begitu memperjuangkan kamu ketika aku menjelaskan kebaikanmu kepada orang tuaku
hingga akhirnya mereka menyayangimu seperti anak sendiri?
Mungkin jika ibumu mempunyai alasan kuat kenapa salahku
sebagai suku sunda ini, aku akan ikhlas belajar melupakanmu.
Sekarang aku mungkin memang harus melupakanmu, tapi masih
dengan bayang-bayang pertanyaan apa salahku.
Aku berharap alasan-alasannya itu palsu, karena dia berkata
“tunggu kamu kerja dan mapan dengan kerjaan kamu, biar semua bisa kamu lalui
dengan kesibukanmu kerja. Kamu jadi bisa lupakan” perkataan inilah yang
menurutnya jawaban pertanyaan-pertanyaan yang membuatku terbayang-bayang. Aku
benar-benar tidak mengerti maksudnya. Apakah jika nanti aku sudah kerja dan
mapan, dia mau bersamaku lagi?
Jika itu maksudnya, aku akan menunggunya sampai kapanpun.
Tapi jika ternyata memang alasannya benar-benar karena
keinginan ibunya, aku akan berusaha melupakannya, dengan cara apapun. Entahlah
dengan cara yang baik atau buruk.
Tuhan, kenapa rasa sakit kembali datang kepadaku? Kenapa hanya
1,5th saja aku merasakan kebahagiaan? Setiap hari menyebutkan
namanya dalam setiap do’aku, apakah itu masih kurang?
Tuhan, aku masih ingin bersamanya, meskipun aku mempunyai
waktu 30menit/hari bersamanya, itu sangat membuatku bahagia.
Tuhan, jagalah dia ketika dia sudah tak bersamaku lagi, selalu
ingatkan dirinya untuk beribadah kepadamu dan tidak melupakanmu. Karena sudah
tidak ada aku lagi yang akan mengingatkannya solat dan baca Al-Qur’an. Aku
percaya dia mampu menjaga dirinya, dan membahagiakan ibunya.
Sayang,
Maafkan aku jika setiap harinya aku menghubungimu sepertinya
kurang bagimu, aku hanya terlalu percaya kamu disana akan menjaga perasaanku,
dan aku hanya ingin kamu leluasa mengerjakan skripsi yang kamu lalui sekarang.
Karena itu aku hanya membalas pesanmu. Aku berani menghubungimu jika kamu yang
pertama menghubungi aku. Agar kamu tidak merasa terganggu.
Maafkan aku, jika mengunggah ceritaku kemarin membuatmu malu
dan merasa menjelek-jelekan sepupumu lagi, tapi maksudku bukan seperti itu. Aku
hanya ingin kamu selalu terlihat baik dihadapan teman-temanmu maupun
teman-temanku. Bahwa kamu adalah laki-laki yang baik, yang telah membuatku
bahagia selama 1,5th , dan aku hanya ingin mereka tau bahwa aku
terpuruk bukan karena kamu mengkhianati aku, tapi karena ada alasan lain.
Maafkan aku yang selalu membuatmu malu.
Maafkan aku yang selalu membuatmu kesal.
Maafkan aku yang selalu membuatmu marah.
Maafkan aku hari ini, aku tidak se sehat kemarin, karena aku
terlalu sakit kehilanganmu.
Jangan pernah membuang apa yang telah aku berikan untukmu ya,
jaga baik-baik jam tangan hadiah ulang tahun dariku agar kamu tidak lupa waktu
solat, karena esok tidak ada lagi aku yang mengingatkanmu solat. jaga baik-baik
seprai lv kesayanganku agar kamu selalu mimpi indah, karena esok tidak ada lagi
ucapan mimpi indah dariku. jaga baik-baik sepatu hadiah ulang tahun dariku
kemarin agar kamu semangat pergi ke kampus dan sabar menunggu dosen
pembimbingmu, anggap saja aku selalu ada disampingmu menemanimu. jaga baik-baik
sandal hadiah lebaran kemarin dariku agar setiap langkahmu seperti sedang
bersamaku, karena esok setiap langkahmu tidak bersamaku lagi. jaga baik-baik
coffee maker orange agar selalu menemanimu mengerjakan skripsi, tapi jangan
keseringan minum kopi. Kurangi yang manis-manis. Ganti kebiasaan the manis
menjadi es jeruk saja biar lebih sehat. jaga baik-baik celengen hadiah dari aku
dan cillo agar kamu selalu jaga kesehatan, sisihkan uang rokok untuk celengan
itu ya, jangan banyak-banyak merokok, selalu jaga kesehatan ya. ^_^ dan yang
terakhir, aku berharap perasaan sayang dan cintamu padaku pun kamu jaga
baik-baik.
Aku bahagia pernah mengenalmu, dan pernah menjadi bagian dalam
hidupmu.
Kamis, 09 Oktober 2014
What do you want from me?
1,5 th yg
lalu ada seorang laki-laki yang mendekati aku, sebenernya di awal aku sudah
tidak tertarik lagi dengan seorang laki-laki yang mungkin berniat melakukan
pendekatan.
Karena aku pernah
disakiti oleh laki-laki, status pacaran 6th tapi aku tidak merasakan
kebahagiaan. Aku jalani dengan keterpaksaan. Dan di dalam 6th itu
aku sering menangis karena dikhianati.
Tapi akhirnya aku
mulai bisa percaya dengan seorang laki-laki, dan aku merasa nyaman jika berada
di sampingnya. Tanggal 19 april 2013 hari jadinya aku dan dia. Aku merasa
bahagia ketika dia mencurahkan rasanya di twitter, dia menyayangi aku seperti
sayangnya kepada ibunya sendiri. Dan setiap moment yang membuat dia bahagia
atau khawatir denganku dia tulis di twitter.
Setiap hari aku
bersamanya, makan pagi, dan malam kita selalu sama-sama. Sesekali dan mungkin
hampir setiap hari ada solat yang kita lakukan berjamaah. Nyaris setiap hari
kita tidak pernah berantem atau berdebat. aku membiasakan diri jika ada yang tidak
aku suka darinya aku ucapkan langsung, dan meminta dia berubah secara perlahan.
Mungkin jika dia baca ceritaku ini dia tau perubahan apa saja yang ada pada
dirinya.
Suatu hari aku
sedih dan terpuruk karena keinginan mamah. Dan membuat aku diam dan selalu
menangis. Mungkin dia tidak mau melihat aku seperti itu. Entah bagaimana
ceritanya. Ketika aku pulang kampung. Mamah dan papah cerita dan menjurus
ketidaksukaan terhadap dia. Mamah tidak suka dengan cara dia mengajari mamah di
tlp atau entah di sms. Mungkin bahasanya atau caranya yang kurang halus.
Tapi aku tidak
menerima ketidaksukaan mereka, karena hanya aku yang tau sifat dia sebenarnya.
Aku mencintai kekurangan dan kelebihannya. Aku menjelaskan kepada mereka bahwa
dia adalah laki-laki yang dewasa dan bertanggung jawab. Aku menceritakan dia
kepada mereka sampai mereka mengerti. Dan akhirnya mereka setuju kembali aku
bersamanya.
Aku terlalu
percaya kepadanya, setiap dia main bersama teman atau sepupunya tidak pernah
sekali pun aku mengganggu.
Yang penting
bagiku kita saling menghargai, saling memberi kabar walaupun Cuma 1 menit. Dan
kita tidak saling mengganggu sampai urusan masing-masing selesai.
Aku sangat
menyayanginya, terkadang ketika aku sedang bersamanya, aku seperti berada di
dekat ayahku sendiri. Setiap hari aku bersyukur karena Tuhan telah mengenalkan
dia kepadaku, yang nyaris tidak pernah membuatku menangis. Selama 1,5 th aku
jalani hubungan bersamanya, mungkin hanya 2x ia membuatku menangis, dan aku
ingat kapan dan karena apa aku menangis. Yang pertama ketika ulu hati aku
kambuh dan di kostan sedang tidak ada cemilan sedikitpun, aku meminta dia untuk
mengantarkan aku beli makan. Tapi dia menolaknya karena sedang ngobrol dengan
sepupunya. Dan yang kedua, sejak tanggal 28 september kemarin hingga detik ini
aku masih menangis.
Memang masalah
ini kecil dan sepele, tapi cara menyikapi permasalahan dia sepertinya sudah
lelah denganku.
Aku sedih dan
kecewa ketika dia lupa waktu, dan lupa akan adanya aku tgl 28 kemarin. Dia
pergi ke kondangan pernikahan temen istri sepupunya. Aku tidak pernah
melarangnya, tapi sekarang berakhir kecewa karena 9 jam aku menunggu pesan
darinya, aku yang sangat khawatir dengan keadaannya, dan ketika ia menjawab,
dia tidak menghiraukan pesan sedihku yang aku harapkan semangat darinya, tapi
dia hanya berucap maaf tadi di ajak ngobrol terus oleh sepupuku.
Sejak dia
mengirim pesan itu aku sedih, dan aku mendiamkannya 1 hari agar dia dapat
memikirkan kesalahannya, dan berharap dia dapat berubah.
Yang tidak aku
sukai darinya dulu sampai sekarang hanya 1, ketika dia sedang bersamaku yang
hanya 2 jam dalam sehari, dia mampu membalas pesan teman dan keluarganya. Tapi
kenapa ketika ia sedang bersama teman atau keluarganya terkadang dia melupakan
aku.
Setelah aku
diamkan dia 1hari itu, ke esokannya dia bertanya padaku, apa yang aku mau?
Dan dia hanya
bertanya seperti itu, padahal aku mengaharapkan dia menjelaskan kemana saja
selama 9jam kemarin yang telah membuatku begitu khawatir dan mengarapkan dia
berucap maaf dan berjanji akan berubah.
Aku marah dan aku
kecewa kepadanya, mungkin marahku waktu itu tidak sepertinya dan menjadi tidak
wajar, karena aku berfikir dia lupakan aku karena tertarik kepada teman istri
sepupunya yang masih seumuran denganku.
Aku berubah menjadi
bukan diriku sebenarnya, menjadi seseorang yang memposting kekesalan di path.
Dan entahlah,
mungkin karena itu sepupunya merasa aku menjelek-jelekannya, yang sebenarnya
aku tidak bermaksud seperti itu.
Aku menjawab
pesannya waktu itu masih dengan keadaan marah, aku bertanya padanya, jika dia
berada di posisiku, bagaimana perasaanya. Dan aku bertanya, apakah kita
pantasnya berubah menjadi pertemanan saja, dan tidak menggunakan embel-embel
status pacar, jika dia masih tidak menganggapku. Tapi dia hanya menjawab “ya ya
ya jika ini maumu”.
Aku sedih dengan
perubahannya, dan aku tidak tau kesalahanku ada dimana. Ketika itu kita seperti
bernegosiasi, aku bertanya apa salahku. Dan dia mengatakan apa penyebab dia
berubah, dia tidak menyukai usahaku sekarang, dia mengira usaha sekarang
ini adalah pekerjaan tetap. Padahal aku tidak pernah berucap bahwa usahaku
sekarang ini pekerjaan tetap.
Dia merasa
sia-sia melihatku menyelesaikan kuliah sampai sarjana tapi berakhir membuka
usaha. Padahal itu salah besar, aku hanya mengisi kekosongan waktu dimana aku
sedang menunggu panggilan kerja. Dan tidak ada salahnya aku membantu orang
tuaku membuka usaha kecil-kecilan.
Aku merindukan
kamu yang dulu, aku merindukan kamu yang selalu prihatin, aku merindukan
perjuanganmu lagi. Kenapa sekarang hanya aku yang berjuang. Apa karena kamu
lebih menghargai perasaan sepupu kamu di bandingkan perasaan aku yang sakitnya
bagaikan orang yang ditarik ulur kematian.
Apakah kamu tidak
mempedulikan perasaan aku sekarang ini?
Maafkan aku jika
aku seperti menjelek-jelekan sepupumu, aku tidak membencinya, aku senang kamu
memiliki sepupu yang baik dan peduli kepadamu. Aku mengerti, mungkin sekarang
kamu sedang lupa dengan keprihatinan yang dulu kita lalui bersama. Mungkin
ketika kita menjadi LDR, kamu sering makan enak jika main bersama sepupumu itu.
Dan aku berucap bukan tanpa alasan, tapi sesuai dengan apa yang aku rasa. Aku
merasakan perubahan kamu kemarin ketika aku test bank bca di semarang. Ketika
masih di purwokerto, kamu mengajak aku makan di tempat yang mahal, dan kamu
menceritakan enaknya tempat itu karena kemarin baru saja makan bersama sepupu
kamu itu. Dan di semarangpun caramu membeli makanan tidak seperti dulu. Tapi
entahlah mungkin aku salah persepsi dengan ini.
Karena ucapanku
seperti itu kamu berucap ketidaksukaan karena aku menjelek-jelekan sepupu kamu,
kenapa kamu tidak berucap bahwa persepsiku salah saja?
Kenapa kamu
sakiti aku? Aku yang sangat menyayangimu, aku yang selalu memperjuangkan kamu.
Kenapa kamu
berubah begitu cepat?
Apakah ada yang
memberikan nasehat kepadamu agar kamu melupakan aku?
Apakah orang yang
memberimu nasehat itu mengerti aku? Kenal dekat denganku? Tau sifatku? Dan
apakah aku pernah melukai hatinya karena disengaja? Apakah dia mengerti
perasaanku?
Lihatlah aku yang
tidak terima ketidaksukaan orang tuaku sendiri kepadamu, dan aku memperjuangkan
kamu sampai mereka akhirnya menyayangimu dan menganggapmu seperti anak sendiri.
Lihatlah aku yang
tidak pernah marah ketika kamu kesal kepada orang tuaku sendiri yang pada saat
itu membuatku sedih, aku hanya berkata “sudah, kamu jangan ikut kesal, biarkan
saja”
Tapi ketika aku
merasa kecewa kemarin dengan status sepupu bagi kamu, kamu menjawab “itu
sepupuku, dia tau aku, dan aku tumbuh besar di dalam keluarga, aku tidak suka
kamu menjelek-jelekannya”
Aku memang bukan
siapa-siapa bagi kamu, tapi aku calon istrimu, kelak kita akan menghabiskan
waktu bersama. Melewati senang dan susah bersama. Aku hanya meminta kamu
menghargai aku. Ingatlah waktu dimana kamu mulai mencintai aku, ingatlah waktu
dimana kamu berkata akan selalu memperjuangkan aku bagaimanapun caranya,
ingatlah waktu dimana kamu berkata menyayangi aku sama seperti menyayangi ibumu
sendiri.
Ketika aku lelah
dengan kekuranganmu yang tak kunjung berubah, aku hanya bisa memikirkan
kelebihanmu, agar aku tidak berhenti mencintaimu. Tapi entahlah, kenapa kamu
begitu cepat ingin melupakanku.
Kenapa kamu hadir
dalam hidupku jika akhirnya akan seperti ini. sekarang kamu seperti orang yang
tidak mengenaliku, orang yang tidak mempedulikan aku, padahal kemarin di hari
raya itu aku mempertaruhkan nyawa karena sakit yang aku derita. Dan aku
melupakan sakitku untuk pergi ke bank BRI hari ini, hanya untuk membuktikan
padamu bahwa aku disini mencari pekerjaan, tidak hanya diam.
Sudah 11 hari aku
menangis, aku berharap ketika aku melangkah tadi, aku tidak lagi mengeluarkan
air mata. Tapi ketika tadi aku akan ditempatkan di wilayah kantor cabang lain,
bapa itu bertanya aku punya pacar atau tidak, dan aku menjawab baru putus. Lalu
bapa itu bertanya lagi alasan kenapa putus, aku menangis dihadapannya, aku
menangis kencang sampai aku pulang dan menuruni 3 anak tangga. Sebesar inikah
aku mencintai dan menyayangi kamu sampai air mataku tidak pernah kering?
Tapi aku
mencintai dan menyayangi laki-laki yang sekarang sudah melupakan aku.
Langganan:
Komentar (Atom)

