Rabu, 22 Oktober 2014

Sampai Habis Air Mataku

Saat melepasmu pergi jauh 
Berakhir dengan luka yang dalam
Sanggupkah ku untuk menunggumu

Menuggu sesuatu yang tak pasti 

Kembalilah, kembalilah kasih
Kembalilh ku rindu engkau di sini

Perlahan-lahan kau mnghilang 

Berlari-lari kau ku cari 
Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku
 
Hingga kini ku masih menuggu 

Berharap keajaiban kan datang 
Meski ku tau kau tak pernah mengerti 
Apa yang sebenarnya ku mau
 
Perlahan-lahan kau mnghilang 

Berlari-lari kau ku cari 
Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku 

Siang malam ku nanti 
Sebuah jawaban atas perhatianku
 
Berlari-lari kau ku cari

Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku 
Sampai habis air mataku

Selasa, 21 Oktober 2014

Lelah

Rindu ini..
Takkan mati..
Walaupun apa yang terjadi..
Akankah..
Sang mentari..
Sampaikan Ceritaku ini..


Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau..ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Agar kau bahagia..


Luka ini..
Tak sakiti..
Kan kurasakan sampai mati..


Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Menanggung Beban..
Sendiri..


Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Ingin kau bahagia..


Lelahku mengerti disini..
Ditemani bulan dan mentari..
Dengan cinta yang tulus dan suci..
Rasa lelah ini..
Kan Sangat berarti..


Aku lelah..
Dan teramat lelah..

Tentang Kita

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda. Ini tentang yang menyeimbangkan hidup, kenyamanan di sisi dan kasih sayang tiada henti. Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berfikir ini pantas atau tidak. Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatku untuk pulang. Yang bisa membuatku sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit. Menerima apa adanya meskipun seadanya. Wajah mungkin tak rupawan, tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang harus di perjuangkan. Masa lalunya tidak menjadi persoalan karena tahu itu yang membentuknya menjadi seperti sekarang. Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar menjadi lebih baik. Tentang kita yang ikhlas seumur hidup menjadi imam atau makmumnya.

Minggu, 19 Oktober 2014

Terimakasih Bangkit Sayekti

hari ini tanggal 19, sudah tidak ada lagi laki-laki yang memberikan aku bunga setiap tanggal 19, tidak ada lagi cium, peluk, bahagia, senyum, ungkapan syukur karena telah memilikinya. Tuhan, aku berterimakasih kepadamu jika ternyata ini bukan ujian darimu, melainkan takdir. terimakasih ia pernah menjadi bagian dalam hidupku. terimakasih ia pernah memperjuangkan aku, terimakasih ia pernah menemani aku ketika aku melewati masa-masa sulit, dan terimakasih ia pernah membuat hidupku menjadi lebih berarti.

Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.

aku bahagia pernah memilikimu, kamu lebih menuruti keinginan ibumu. itu berarti kamu berbakti kepada ibumu. Kamu merelakan perasaan demi seorang ibu. Ternyata selama ini aku pernah memiliki laki-laki yang baik seperti kamu.

sekarang aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki, dan cinta bisa mengubah gelap menjadi terang dan terang menjadi gelap. aku berani mencitaimu, dan harus berani sakit karenamu.

aku menjadikan ini sebuah pelajaran, seharusnya aku tidak menyepelekan perkenalan orang tua sebelum serius menjalani suatu hubungan. kemarin aku sabar dan menghargai keinginan ibumu, tidak boleh mengenalkan pasangan sebelum wisuda atau kerja. dan dulu aku pernah khawatir, khawatir jika suatu saat tidak direstui, tapi kemarin kamu begitu yakin ibumu setuju, asalkan bahagia dan bukan orang sebrang ibumu setuju saja ketika itu melihat fotoku di hp mu. tapi sekarang terjawab sudah kekhawatiranku selama ini. tiba-tiba ibumu menanyakan hal serius dan melarang hubungan ini ketika mengetahui bahwa aku adalah suku sunda.

karena itu sekarang aku mempunyai komitmen, jika ada seorang laki-laki yang menginginkan hubungan serius denganku, aku hanya inginkan orang tuanya mengenal dan merestui aku terlebih dahulu, dan aku tidak inginkan status pacar. aku hanya menginginkan perkenalan dan langsung menikah saja.

semoga kamu pun menjadikan ini suatu pelajaran yang berharga. baiknya kamu sukses dulu sesuai keinginan ibumu, setelah itu kamu mengenalkan wanita yang nanti kamu cintai. setelah ibumu merestui, barulah kamu bebas berucap "apakah kamu mau jadi istriku?" Seperti yg sering kamu katakan kepadaku setiap hari, kepada wanita yang kamu cintai nanti.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.

ibank, terimakasih kamu pernah memperjuangkan aku.
ibank, terimakasih kamu pernah selalu ada untukku.
ibank, terimakasih kamu pernah menjagaku.
ibank, terimakasih kamu pernah mencintai aku.
ibank, terimakasih kamu pernah menyayangiku sama seperti kamu menyayangi ibumu.
ibank, terimakasih untuk semua waktumu yang pernah kamu berikan untukku.
ibank, terimakasih untuk semua pengorbananmu.


Larangan orang jawa menikah dengan orang sunda

aku salah seorang yang tidak percaya akan mitos "orang sunda tidak baik menikah dengan orang jawa" , aku hanya percaya akan kehendak Tuhan, Tuhanlah yang mempertemukan dan mentakdirkan.
yang terpenting bagiku adalah agama, saling menghargai, saling menghormati, mempunyai komitmen, dan jika ada hal yang tidak membuat nyaman, langsung dibicarakan.

sekarang mungkin aku memang seharusnya belajar ikhlas, entahlah sekarang ini ujian atau memang takdir. tapi jika inilah takdir yang diberikan Tuhan, aku berterimakasih kepadaNya, karenaNya aku dipertemukan dan mempunyai pengalaman hidup. setidaknya aku pernah bahagia bersamanya, aku pernah diperlakukan sangat baik olehnya, aku pernah melewati masa-masa sulit bersamanya.
jika ini salah satu ujian yang diberikan Tuhan, aku sudah cukup memperjuangkannya.

sekarang dia sudah menjadi sahabat bagiku, bukan menjadi calon suami lagi.memang berat bagiku, tapi mungkin inilah yang terbaik.


Wake Me Up When September Ends

Tasikmalaya, 19 Oktober 2014
15:15

satu minggu rasanya cukup bagiku untuk introspeksi diri, aku menyadari mungkin ia lelah denganku. dan tidak adalagi kata perjuangan baginya karena aku sudah tidak pantas ia perjuangkan lagi.

aku memang mempunyai banyak kesalahan, tapi pahamilah aku menjadi bukan aku sebenarnya karena kemarin aku begitu mengkhawatirkanmu. dan ketika aku merasakan kekhawatiran itu, kamu tidak menjelaskan seperti biasanya.
kemarin aku takut kehilanganmu, karena itulah aku marah dan kesal padamu.

aku menyadari bahwa kehadiranku membuatmu banyak beban, tolong maafkan aku.

sekarang aku mengikhlaskanmu meskipun aku tidak tau sebenarnya perasaan terakhir yang kamu miliki untukku. tidak tau seberapa besar salahku. tidak tau apakah sekarang ini sifat aslimu.

mungkin setelah kejadian ini aku trauma untuk berhubungan beda suku, aku trauma menerima cinta sebelum dikenalkan kepada orang tuanya,bahkan aku trauma untuk di dekati seorang laki-laki.
 

Minggu, 12 Oktober 2014

Tolong jangan lupakan perjuangan melalui do'a

Tasikmalaya, 12 Oktober 2014
11:40

Terimakasih u/ 530hari 75minggu. Terimakasih u/ wkt yg telah km berikan untukku. Mungkin bagimu itu adalah wkt yg sangat singkat sehingga km mampu melupakan aku dalam sekejap, tp bagiku 530hari adalah wkt yg sangat panjang, banyak kenangan indah yg tidak bisa aku lupakan dalam sekejap. Maafkan atas kekuranganku yg membuatmu mampu melupakanku dlm sekejap, tp aku selalu ingin memberikan yg terbaik untukmu.

Terimakasih km pernah menyayangi aku, pernah mencintai aku, pernah memperjuangkan aku. Aku tidak akan melupakan itu selamanya, kecuali Tuhan memberikan hilang ingatan padaku.


Memang benar caramu menghadapi keputusan beliau, dgn cara solat km mampu menenangkan diri. Tp maafkan aku yg tidak bisa setenang km, krn setiap solat aku tidak mampu melupakan km dan menahan air mata ini, krn selama ini kita tidak pernah lepas dr solat berjamaah, setiap solat aku hanya memikirkanmu ada didepanku, dan aku ada di belakangmu mengikuti ayat2 yg km ucapkan. Dan setiap berdoa, aku selalu bersyukur krn calon imamku sebaik dirimu. Lalu aku mencium tanganmu.

Km adalah laki-laki terbaik yg pernah aku kenal, aku yakin km bisa melakukan apapun yg km mau. Aku mengerti km yg sekarang. Tp aku tidak akan pernah bosan mengingatkanmu, bahwa kehendak manusia akan kalah dengan kehendak Alloh, semoga km bisa memperjuangkan melalui doa setiap km solat atau mengaji. Aku yakin di dunia ini tidak ada yg mustahil apabila kita berjuang dan berdoa meminta restu kepada Alloh sang pencipta.

Setiap ucapanmu aku tidak pernah sedikitpun melupakannya. Dulu km pernah berkata, jika suatu saat aku putus denganmu, km tidak akan mencintai wanita lain selain ibumu. Krn akulah yg terakhir bagimu. 

Tolong bantu aku berjuang dalam doa, satukan kekuatan cinta kita dalam doa. 

Percayakan semua atas kehendak Alloh, mungkin kehendak ibumu adalah salah satu ujian yg Alloh berikan kepada kita. Agar kita tidak melupakan kuasa kehendak Alloh.

Aku belajar memahami itu, ibumu seorang manusia yang bisa salah seperti ibu lainnya.
Aku memahami karena ibumu tidak mengenal aku, tidak pernah bertemu denganku, dan tidak mengetahui seberapa besar perasaanmu kepadaku.

Karena itulah mungkin ibumu tidak memikirkan yang lain ketika membuat keputusan itu.

Aku memahami km yg begitu menyayangi ibumu dan tidak mau membuat beliau sedih.
Tapi yakinlah akan kekuatan doa yg mempunyai kesempatan untuk menyatukan kita.




Jumat, 10 Oktober 2014

maaf

Tasikmalaya, 11 okt 2014
00:45

Aku tidak pernah berniat untuk mengakhiri hubungan dengannya, hanya saja kemarin aku menanyakan apakah kita pantasnya sebagai teman karena dia melupakan waktunya untukku. Aku kemarin emosi, marah dan kecewa karenanya, dan aku berubah menjadi bukan aku sebenarnya.
Aku mengutarakan kesedihan yang tidak seperti biasanya aku meluapkannya di media sosial. Dan bukan aku sebenarnya yang mencari tau keadaanya melalui temannya.
Maaf kan aku yang membuatmu tidak suka dengan aku sekarang, aku seperti ini karena sakit yang sekarang aku alami, hanya itu.
Karena aku terlalu menyayangimu, aku menjadi seperti ini.
Hari ini aku memintamu penjelasan tentang banyak factor yang membuatmu berubah. Tapi aku tidak mengerti maksudmu, karena aku merasa tidak seperti itu. Katamu aku susah untuk di ajak baik, aku tidak mengerti apa yang kamu maksud, aku selalu mencerna setiap perkataanmu, sempat aku memahami apa maksudmu kemarin, kamu kesal karena aku plin-plan ketika aku memutuskan iya atau tidak untuk mengikuti test bank bca di semarang, jujur saja itu bukan plin-plan, tapi karena aku memikirkan banyak hal, jika aku berangkat ke semarang pasti akan ada banyak uang yang harus dikeluarkan, dan aku juga berhak meminta izin dari orang tua. Sebenarnya orang tua aku tidak menyetujui test itu karena semarang cukup jauh dari tempat tinggalku. Tapi aku meyakinkan mereka agar aku bisa pergi kesana, aku hanya ingin bersamamu lagi, melewati skripsimu denganku. Seperti dulu aku melewati skripsi denganmu. Aku ingin seperti dulu lagi kita selalu bersama, melewati susah dan senang bersama.
Ketika aku bertanya kepadanya tentang alasannya yang kedua, dia menjawab karena orang tua, ridho orang tua adalah ridho Alloh. Dan aku merasa kaget dan seperti jatuh seketika, ada apa dengan orang tuanya? Ketika awal hubungan dengannya, ibunya pernah melihat fotoku di hp miliknya, dan dia menceritakan tentang aku, dan ibunya setuju saja.
Ternyata ibunya tidak setuju dia menikah dengan aku yang berasal dari suku sunda. Entahlah, begitu sakit ketika aku membaca pernyataan itu.
Aku kecewa, tetapi aku harus menghargai keputusan seorang ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Kenapa keputusan itu tidak sejak dulu, sebelum aku terlalu menyayanginya seperti sekarang ini. apakah salahku ini menjadi suku sunda?
Apakah kamu tidak mau memperjuangkan aku? Seperti aku yang begitu memperjuangkan kamu ketika aku menjelaskan kebaikanmu kepada orang tuaku hingga akhirnya mereka menyayangimu seperti anak sendiri?
Mungkin jika ibumu mempunyai alasan kuat kenapa salahku sebagai suku sunda ini, aku akan ikhlas belajar melupakanmu.
Sekarang aku mungkin memang harus melupakanmu, tapi masih dengan bayang-bayang pertanyaan apa salahku.
Aku berharap alasan-alasannya itu palsu, karena dia berkata “tunggu kamu kerja dan mapan dengan kerjaan kamu, biar semua bisa kamu lalui dengan kesibukanmu kerja. Kamu jadi bisa lupakan” perkataan inilah yang menurutnya jawaban pertanyaan-pertanyaan yang membuatku terbayang-bayang. Aku benar-benar tidak mengerti maksudnya. Apakah jika nanti aku sudah kerja dan mapan, dia mau bersamaku lagi?
Jika itu maksudnya, aku akan menunggunya sampai kapanpun.
Tapi jika ternyata memang alasannya benar-benar karena keinginan ibunya, aku akan berusaha melupakannya, dengan cara apapun. Entahlah dengan cara yang baik atau buruk.
Tuhan, kenapa rasa sakit kembali datang kepadaku? Kenapa hanya 1,5th saja aku merasakan kebahagiaan? Setiap hari menyebutkan namanya dalam setiap do’aku, apakah itu masih kurang?
Tuhan, aku masih ingin bersamanya, meskipun aku mempunyai waktu 30menit/hari bersamanya, itu sangat membuatku bahagia.
Tuhan, jagalah dia ketika dia sudah tak bersamaku lagi, selalu ingatkan dirinya untuk beribadah kepadamu dan tidak melupakanmu. Karena sudah tidak ada aku lagi yang akan mengingatkannya solat dan baca Al-Qur’an. Aku percaya dia mampu menjaga dirinya, dan membahagiakan ibunya.
Sayang,
Maafkan aku jika setiap harinya aku menghubungimu sepertinya kurang bagimu, aku hanya terlalu percaya kamu disana akan menjaga perasaanku, dan aku hanya ingin kamu leluasa mengerjakan skripsi yang kamu lalui sekarang. Karena itu aku hanya membalas pesanmu. Aku berani menghubungimu jika kamu yang pertama menghubungi aku. Agar kamu tidak merasa terganggu.
Maafkan aku, jika mengunggah ceritaku kemarin membuatmu malu dan merasa menjelek-jelekan sepupumu lagi, tapi maksudku bukan seperti itu. Aku hanya ingin kamu selalu terlihat baik dihadapan teman-temanmu maupun teman-temanku. Bahwa kamu adalah laki-laki yang baik, yang telah membuatku bahagia selama 1,5th , dan aku hanya ingin mereka tau bahwa aku terpuruk bukan karena kamu mengkhianati aku, tapi karena ada alasan lain.
Maafkan aku yang selalu membuatmu malu.
Maafkan aku yang selalu membuatmu kesal.
Maafkan aku yang selalu membuatmu marah.
Maafkan aku hari ini, aku tidak se sehat kemarin, karena aku terlalu sakit kehilanganmu.
Jangan pernah membuang apa yang telah aku berikan untukmu ya, jaga baik-baik jam tangan hadiah ulang tahun dariku agar kamu tidak lupa waktu solat, karena esok tidak ada lagi aku yang mengingatkanmu solat. jaga baik-baik seprai lv kesayanganku agar kamu selalu mimpi indah, karena esok tidak ada lagi ucapan mimpi indah dariku. jaga baik-baik sepatu hadiah ulang tahun dariku kemarin agar kamu semangat pergi ke kampus dan sabar menunggu dosen pembimbingmu, anggap saja aku selalu ada disampingmu menemanimu. jaga baik-baik sandal hadiah lebaran kemarin dariku agar setiap langkahmu seperti sedang bersamaku, karena esok setiap langkahmu tidak bersamaku lagi. jaga baik-baik coffee maker orange agar selalu menemanimu mengerjakan skripsi, tapi jangan keseringan minum kopi. Kurangi yang manis-manis. Ganti kebiasaan the manis menjadi es jeruk saja biar lebih sehat. jaga baik-baik celengen hadiah dari aku dan cillo agar kamu selalu jaga kesehatan, sisihkan uang rokok untuk celengan itu ya, jangan banyak-banyak merokok, selalu jaga kesehatan ya. ^_^ dan yang terakhir, aku berharap perasaan sayang dan cintamu padaku pun kamu jaga baik-baik.
Aku bahagia pernah mengenalmu, dan pernah menjadi bagian dalam hidupmu.

Kamis, 09 Oktober 2014

What do you want from me?


1,5 th  yg lalu ada seorang laki-laki yang mendekati aku, sebenernya di awal aku sudah tidak tertarik lagi dengan seorang laki-laki yang mungkin berniat melakukan pendekatan.
Karena aku pernah disakiti oleh laki-laki, status pacaran 6th tapi aku tidak merasakan kebahagiaan. Aku jalani dengan keterpaksaan. Dan di dalam 6th itu aku sering menangis karena dikhianati.
Tapi akhirnya aku mulai bisa percaya dengan seorang laki-laki, dan aku merasa nyaman jika berada di sampingnya. Tanggal 19 april 2013 hari jadinya aku dan dia. Aku merasa bahagia ketika dia mencurahkan rasanya di twitter, dia menyayangi aku seperti sayangnya kepada ibunya sendiri. Dan setiap moment yang membuat dia bahagia atau khawatir denganku dia tulis di twitter.
Setiap hari aku bersamanya, makan pagi, dan malam kita selalu sama-sama. Sesekali dan mungkin hampir setiap hari ada solat yang kita lakukan berjamaah. Nyaris setiap hari kita tidak pernah berantem atau berdebat. aku membiasakan diri jika ada yang tidak aku suka darinya aku ucapkan langsung, dan meminta dia berubah secara perlahan. Mungkin jika dia baca ceritaku ini dia tau perubahan apa saja yang ada pada dirinya.
Suatu hari aku sedih dan terpuruk karena keinginan mamah. Dan membuat aku diam dan selalu menangis. Mungkin dia tidak mau melihat aku seperti itu. Entah bagaimana ceritanya. Ketika aku pulang kampung. Mamah dan papah cerita dan menjurus ketidaksukaan terhadap dia. Mamah tidak suka dengan cara dia mengajari mamah di tlp atau entah di sms. Mungkin bahasanya atau caranya yang kurang halus.
Tapi aku tidak menerima ketidaksukaan mereka, karena hanya aku yang tau sifat dia sebenarnya. Aku mencintai kekurangan dan kelebihannya. Aku menjelaskan kepada mereka bahwa dia adalah laki-laki yang dewasa dan bertanggung jawab. Aku menceritakan dia kepada mereka sampai mereka mengerti. Dan akhirnya mereka setuju kembali aku bersamanya.
Aku terlalu percaya kepadanya, setiap dia main bersama teman atau sepupunya tidak pernah sekali pun aku mengganggu.
Yang penting bagiku kita saling menghargai, saling memberi kabar walaupun Cuma 1 menit. Dan kita tidak saling mengganggu sampai urusan masing-masing selesai.
Aku sangat menyayanginya, terkadang ketika aku sedang bersamanya, aku seperti berada di dekat ayahku sendiri. Setiap hari aku bersyukur karena Tuhan telah mengenalkan dia kepadaku, yang nyaris tidak pernah membuatku menangis. Selama 1,5 th aku jalani hubungan bersamanya, mungkin hanya 2x ia membuatku menangis, dan aku ingat kapan dan karena apa aku menangis. Yang pertama ketika ulu hati aku kambuh dan di kostan sedang tidak ada cemilan sedikitpun, aku meminta dia untuk mengantarkan aku beli makan. Tapi dia menolaknya karena sedang ngobrol dengan sepupunya. Dan yang kedua, sejak tanggal 28 september kemarin hingga detik ini aku masih menangis.
Memang masalah ini kecil dan sepele, tapi cara menyikapi permasalahan dia sepertinya sudah lelah denganku.
Aku sedih dan kecewa ketika dia lupa waktu, dan lupa akan adanya aku tgl 28 kemarin. Dia pergi ke kondangan pernikahan temen istri sepupunya. Aku tidak pernah melarangnya, tapi sekarang berakhir kecewa karena 9 jam aku menunggu pesan darinya, aku yang sangat khawatir dengan keadaannya, dan ketika ia menjawab, dia tidak menghiraukan pesan sedihku yang aku harapkan semangat darinya, tapi dia hanya berucap maaf tadi di ajak ngobrol terus oleh sepupuku.
Sejak dia mengirim pesan itu aku sedih, dan aku mendiamkannya 1 hari agar dia dapat memikirkan kesalahannya, dan berharap dia dapat berubah.
Yang tidak aku sukai darinya dulu sampai sekarang hanya 1, ketika dia sedang bersamaku yang hanya 2 jam dalam sehari, dia mampu membalas pesan teman dan keluarganya. Tapi kenapa ketika ia sedang bersama teman atau keluarganya terkadang dia melupakan aku.
Setelah aku diamkan dia 1hari itu, ke esokannya dia bertanya padaku, apa yang aku mau?
Dan dia hanya bertanya seperti itu, padahal aku mengaharapkan dia menjelaskan kemana saja selama 9jam kemarin yang telah membuatku begitu khawatir dan mengarapkan dia berucap maaf dan berjanji akan berubah.
Aku marah dan aku kecewa kepadanya, mungkin marahku waktu itu tidak sepertinya dan menjadi tidak wajar, karena aku berfikir dia lupakan aku karena tertarik kepada teman istri sepupunya yang masih seumuran denganku.
Aku berubah menjadi bukan diriku sebenarnya, menjadi seseorang yang memposting kekesalan di path.
Dan entahlah, mungkin karena itu sepupunya merasa aku menjelek-jelekannya, yang sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu.
Aku menjawab pesannya waktu itu masih dengan keadaan marah, aku bertanya padanya, jika dia berada di posisiku, bagaimana perasaanya. Dan aku bertanya, apakah kita pantasnya berubah menjadi pertemanan saja, dan tidak menggunakan embel-embel status pacar, jika dia masih tidak menganggapku. Tapi dia hanya menjawab “ya ya ya jika ini maumu”.
Aku sedih dengan perubahannya, dan aku tidak tau kesalahanku ada dimana. Ketika itu kita seperti bernegosiasi, aku bertanya apa salahku. Dan dia mengatakan apa penyebab dia berubah, dia tidak menyukai usahaku sekarang, dia mengira usaha  sekarang ini adalah pekerjaan tetap. Padahal aku tidak pernah berucap bahwa usahaku sekarang ini pekerjaan tetap.
Dia merasa sia-sia melihatku menyelesaikan kuliah sampai sarjana tapi berakhir membuka usaha. Padahal itu salah besar, aku hanya mengisi kekosongan waktu dimana aku sedang menunggu panggilan kerja. Dan tidak ada salahnya aku membantu orang tuaku membuka usaha kecil-kecilan.
Aku merindukan kamu yang dulu, aku merindukan kamu yang selalu prihatin, aku merindukan perjuanganmu lagi. Kenapa sekarang hanya aku yang berjuang. Apa karena kamu lebih menghargai perasaan sepupu kamu di bandingkan perasaan aku yang sakitnya bagaikan orang yang ditarik ulur kematian.
Apakah kamu tidak mempedulikan perasaan aku sekarang ini?
Maafkan aku jika aku seperti menjelek-jelekan sepupumu, aku tidak membencinya, aku senang kamu memiliki sepupu yang baik dan peduli kepadamu. Aku mengerti, mungkin sekarang kamu sedang lupa dengan keprihatinan yang dulu kita lalui bersama. Mungkin ketika kita menjadi LDR, kamu sering makan enak jika main bersama sepupumu itu. Dan aku berucap bukan tanpa alasan, tapi sesuai dengan apa yang aku rasa. Aku merasakan perubahan kamu kemarin ketika aku test bank bca di semarang. Ketika masih di purwokerto, kamu mengajak aku makan di tempat yang mahal, dan kamu menceritakan enaknya tempat itu karena kemarin baru saja makan bersama sepupu kamu itu. Dan di semarangpun caramu membeli makanan tidak seperti dulu. Tapi entahlah mungkin aku salah persepsi dengan ini.
Karena ucapanku seperti itu kamu berucap ketidaksukaan karena aku menjelek-jelekan sepupu kamu, kenapa kamu tidak berucap bahwa persepsiku salah saja?
Kenapa kamu sakiti aku? Aku yang sangat menyayangimu, aku yang selalu memperjuangkan kamu.
Kenapa kamu berubah begitu cepat?
Apakah ada yang memberikan nasehat kepadamu agar kamu melupakan aku?
Apakah orang yang memberimu nasehat itu mengerti aku? Kenal dekat denganku? Tau sifatku? Dan apakah aku pernah melukai hatinya karena disengaja? Apakah dia mengerti perasaanku?
Lihatlah aku yang tidak terima ketidaksukaan orang tuaku sendiri kepadamu, dan aku memperjuangkan kamu sampai mereka akhirnya menyayangimu dan menganggapmu seperti anak sendiri.
Lihatlah aku yang tidak pernah marah ketika kamu kesal kepada orang tuaku sendiri yang pada saat itu membuatku sedih, aku hanya berkata “sudah, kamu jangan ikut kesal, biarkan saja”
Tapi ketika aku merasa kecewa kemarin dengan status sepupu bagi kamu, kamu menjawab “itu sepupuku, dia tau aku, dan aku tumbuh besar di dalam keluarga, aku tidak suka kamu menjelek-jelekannya”
Aku memang bukan siapa-siapa bagi kamu, tapi aku calon istrimu, kelak kita akan menghabiskan waktu bersama. Melewati senang dan susah bersama. Aku hanya meminta kamu menghargai aku. Ingatlah waktu dimana kamu mulai mencintai aku, ingatlah waktu dimana kamu berkata akan selalu memperjuangkan aku bagaimanapun caranya, ingatlah waktu dimana kamu berkata menyayangi aku sama seperti menyayangi ibumu sendiri.
Ketika aku lelah dengan kekuranganmu yang tak kunjung berubah, aku hanya bisa memikirkan kelebihanmu, agar aku tidak berhenti mencintaimu. Tapi entahlah, kenapa kamu begitu cepat ingin melupakanku.
Kenapa kamu hadir dalam hidupku jika akhirnya akan seperti ini. sekarang kamu seperti orang yang tidak mengenaliku, orang yang tidak mempedulikan aku, padahal kemarin di hari raya itu aku mempertaruhkan nyawa karena sakit yang aku derita. Dan aku melupakan sakitku untuk pergi ke bank BRI hari ini, hanya untuk membuktikan padamu bahwa aku disini mencari pekerjaan, tidak hanya diam.
Sudah 11 hari aku menangis, aku berharap ketika aku melangkah tadi, aku tidak lagi mengeluarkan air mata. Tapi ketika tadi aku akan ditempatkan di wilayah kantor cabang lain, bapa itu bertanya aku punya pacar atau tidak, dan aku menjawab baru putus. Lalu bapa itu bertanya lagi alasan kenapa putus, aku menangis dihadapannya, aku menangis kencang sampai aku pulang dan menuruni 3 anak tangga. Sebesar inikah aku mencintai dan menyayangi kamu sampai air mataku tidak pernah kering?
Tapi aku mencintai dan menyayangi laki-laki yang sekarang sudah melupakan aku.