Jumat, 05 Desember 2014

Laki-laki Baik Itu Ga Ada

6 dec 2014
3:32 AM
Kemarin gw masih anggap dia adalah laki-laki yang baik, yang bakal jadi cerita kehidupan baik gw, bahwa ada seorang laki-laki yang mencintai gw dengan tulus dan yakin akan masa depan yang sangat jauh untuk kita lewati bersama, tapi kita berpisah karena hal yang mulia, yaitu karena berbakti kepada perintah orang tua.
Hari ini semua sirna dan cerita itu ga pernah ada, karena sebuah pengkhianatan. Mungkin sebagian orang menganggap pengkhianatan atau perselingkuhan itu adalah membuat hubungan baru ketika hubungan lama belum berakhir. Perbedaan yang gw alami, dia lepas dari gw, dan beberapa hari kemudian langsung membuat hubungan baru, dan pendekatan terjadi ketika gw masih sama-sama dia. Dan buat gw itu adalah pengkhianatan.
Gw masih ga percaya dia bisa seperti itu dan dengan cewe yang satu kostan bahkan kamarnya di samping gw. Dan gw tau bgt awal mula dia berhubungan dengan cewe itu. Ketika gw pindahan di bulan juli, dan karena jam dinding gw ketinggalan, makanya gw minta tolong titip jamnya dulu ke cewe itu, nanti dia yang ambil.
Ketika dia bilang udah bbm cewe itu buat nentuin waktu bawa jam dinding itu, perasaan gw langsung ga enak. Gw sempet kepikiran “mungkin ga ya kalo cowo gw ke lain hati, dan org itu adalah cewe itu”. Tp waktu itu gw langsung merubah feeling gw yang negative jadi positif.
Sekarang, malam ini, gw baru bangun dari tidur panjang gw. Gw baru sadar kalo laki-laki yang gw anggap calon imam yang baik, ternyata ga lebih dari laki-laki yang ga punya perasaan. Gw kecewa kenapa secepat itu dia membuat hubuangan yang baru.
Gw sadar, gw ga lebih baik dari cewe itu. Tapi gw sadar juga, ketika Tuhan menyuguhkan laki-laki yang lebih baik dari dia, gw lebih memilih buat nerima semua kekurangan dia.
Apa mungkin dia sedang khilaf? Kalo suatu saat nanti dia pasti akan mempunyai anak. Gimana kalo yang gw rasain sekarang, kejadian sama anaknya. Apa yang dia rasa kalo anaknya seperti gw?
Gw ngerasa kecewa bukan karena gw masih sayang sama dia, gw cuma kecewa karena dia ga seperti yang gw bayangkan. Sia-sia selama ini gw perjuangkan dia, cuma buat yakinin keluarga gw kalo dia laki-laki yang baik.
Selain perasaan kecewa, gw ngerasa orang yang paling beruntung. Karena Tuhan memperlihatkan ini semua dengan cara gw sendiri tanpa campur tangan seorang manusia.dan Tuhan menjauhkan gw dengan dia dengan rencana yang baik.
Tuhan tau mana yang terbaik.
Laki-laki yang baik pasti mampu menjaga perasaan wanita yang pernah dia cintai, wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya. Meskipun ga bisa bersama karena orang tua, laki-laki yang baik pasti memilih itu semua menjadi sebuah pelajaran, dan berfikir memilih sendiri dulu sampai membahagiakan orang tua sudah tercapai.
Tapi laki-laki baik itu ga ada, dia malah ga pernah memikirkan perasaan wanita yang pernah mengisi hari-harinya, wanita yang pernah memberikan waktunya yg ga pernah kembali buat dia.
Dan laki-laki yang baik, meskipun status calon istri udah ga bisa lagi karena keadaan. Dia pasti masih menjalin komunikasi sebatas silaturahmi seorang teman.
Tapi laki-laki baik itu ga ada, dia malah memutuskan silaturahmi. Bahkan melarang teman-teman dan keluarganya untuk berhubungan sama gw.
Laki-laki baik itu ga ada!!!

laki-laki baik? masih adakah?

Rabu, 12 November 2014

move

dalam hidup, akan ada seseorang yang hadir untuk mendewasakan dengan melukai. ada juga yang hadir untuk merawat luka di hati. dan aku menyadarinya bahwa itu adalah kamu.
kamu yang hadir hanya untuk sementara dan bukan untuk selamanya menjadi teman hidupku. kamu yang pernah merawat luka ketika dulu aku merasa sakit dikhianati.

dan yang aku lakukan sekarang adalah melepaskan, karena jodoh bukanlah soal akhir, melainkan awal.
jika Tuhan mempertemukan aku denganmu saat itu, maka itu memang harus terjadi karena dengan pertemuan itu, kamu telah membawaku kesatu titik, dimana aku sudah mendapatkan pelajaran tentang hidup untuk menyambut jodohku yang baru.

Tuhan mempertemukan untuk satu alasan. entah untuk belajar atau mengajarkan. entah untuk sesaat atau untuk selamanya. entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. tapi aku selalu memberikan yang terbaik di waktu tersebut, dan aku melakukannya dengan tulus. meski ternyata impian kita tidak menjadi apa yang di inginkan. bagiku tidak ada yang sia-sia karena Tuhanlah yang mempertemukan.

terkadang logika memang harus di ikut sertakan selain hati dalam sebuah perasaan cinta.
mencintai seseorang dengan tulus adalah hak untuk semua orang, tapi ketika orang yang kita cintai dengan setulus hati tidak lagi mencintai, menyayangi, dan memperlakukan kita seperti dulu, untuk apa kita harus menyimpan perasaan itu terlalu lama.

move on, ya kata itu yang harus aku lakukan sekarang. tapi dengan tidak pernah melupakan ucapan terimakasih untuk waktu yang pernah dia berikan. karena waktu adalah salah satu hadiah terindah yang bisa diberikan dari seorang manusia kepada manusia lainnya. karena dia rela memberikan sebagian jatah hidup miliknya yang tidak akan pernah kembali, hanya untuk mengurus manusia lainnya, yaitu aku. karena dia yang dulu selalu ada untukku, menjawab segala ocehanku, mendengarkan segala keluh kesahku, dan bersabar dengan segala tingkah kekanakanku. aku selalu mendoakannya agar ia memiliki waktu yang berkah. aamiin.






Rabu, 22 Oktober 2014

Sampai Habis Air Mataku

Saat melepasmu pergi jauh 
Berakhir dengan luka yang dalam
Sanggupkah ku untuk menunggumu

Menuggu sesuatu yang tak pasti 

Kembalilah, kembalilah kasih
Kembalilh ku rindu engkau di sini

Perlahan-lahan kau mnghilang 

Berlari-lari kau ku cari 
Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku
 
Hingga kini ku masih menuggu 

Berharap keajaiban kan datang 
Meski ku tau kau tak pernah mengerti 
Apa yang sebenarnya ku mau
 
Perlahan-lahan kau mnghilang 

Berlari-lari kau ku cari 
Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku 

Siang malam ku nanti 
Sebuah jawaban atas perhatianku
 
Berlari-lari kau ku cari

Terbayang-bayang kau pun datang 
Meski ku mereka-reka
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu 
Sampai habis air mataku
 
Belarut-larut kau meraju 

Berlarut-larut ku merindu
Sampai habis air mataku 
Sampai habis air mataku

Selasa, 21 Oktober 2014

Lelah

Rindu ini..
Takkan mati..
Walaupun apa yang terjadi..
Akankah..
Sang mentari..
Sampaikan Ceritaku ini..


Aku lelah..
Dan teramat lelah..
Menanggung Beban..
Sendiri..
Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau..ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Agar kau bahagia..


Luka ini..
Tak sakiti..
Kan kurasakan sampai mati..


Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Menanggung Beban..
Sendiri..


Aku lelah..
Ku teramat lelah..


Biarkan bintang..
Tak terangi..
Asalkan kau ada di sini..
Akan ku lakukan semua..
Sgala yang kau minta..
Ingin kau bahagia..


Lelahku mengerti disini..
Ditemani bulan dan mentari..
Dengan cinta yang tulus dan suci..
Rasa lelah ini..
Kan Sangat berarti..


Aku lelah..
Dan teramat lelah..

Tentang Kita

Ini bukan tentang lebih tua, seumuran, atau lebih muda. Ini tentang yang menyeimbangkan hidup, kenyamanan di sisi dan kasih sayang tiada henti. Tentang tertawa bersama, saling mensupport, mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berfikir ini pantas atau tidak. Ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatku untuk pulang. Yang bisa membuatku sangat sabar dan berusaha mengerti meski sulit. Menerima apa adanya meskipun seadanya. Wajah mungkin tak rupawan, tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang harus di perjuangkan. Masa lalunya tidak menjadi persoalan karena tahu itu yang membentuknya menjadi seperti sekarang. Kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar menjadi lebih baik. Tentang kita yang ikhlas seumur hidup menjadi imam atau makmumnya.

Minggu, 19 Oktober 2014

Terimakasih Bangkit Sayekti

hari ini tanggal 19, sudah tidak ada lagi laki-laki yang memberikan aku bunga setiap tanggal 19, tidak ada lagi cium, peluk, bahagia, senyum, ungkapan syukur karena telah memilikinya. Tuhan, aku berterimakasih kepadamu jika ternyata ini bukan ujian darimu, melainkan takdir. terimakasih ia pernah menjadi bagian dalam hidupku. terimakasih ia pernah memperjuangkan aku, terimakasih ia pernah menemani aku ketika aku melewati masa-masa sulit, dan terimakasih ia pernah membuat hidupku menjadi lebih berarti.

Aku bahagia ketika aku bertanya apakah kita berpisah selain karena ibumu, karena aku membuat kesalahan yang membuatmu berhenti mencintai aku? Dan kamu menjawab hanya karena ibumu.

aku bahagia pernah memilikimu, kamu lebih menuruti keinginan ibumu. itu berarti kamu berbakti kepada ibumu. Kamu merelakan perasaan demi seorang ibu. Ternyata selama ini aku pernah memiliki laki-laki yang baik seperti kamu.

sekarang aku sadar bahwa cinta tidak harus memiliki, dan cinta bisa mengubah gelap menjadi terang dan terang menjadi gelap. aku berani mencitaimu, dan harus berani sakit karenamu.

aku menjadikan ini sebuah pelajaran, seharusnya aku tidak menyepelekan perkenalan orang tua sebelum serius menjalani suatu hubungan. kemarin aku sabar dan menghargai keinginan ibumu, tidak boleh mengenalkan pasangan sebelum wisuda atau kerja. dan dulu aku pernah khawatir, khawatir jika suatu saat tidak direstui, tapi kemarin kamu begitu yakin ibumu setuju, asalkan bahagia dan bukan orang sebrang ibumu setuju saja ketika itu melihat fotoku di hp mu. tapi sekarang terjawab sudah kekhawatiranku selama ini. tiba-tiba ibumu menanyakan hal serius dan melarang hubungan ini ketika mengetahui bahwa aku adalah suku sunda.

karena itu sekarang aku mempunyai komitmen, jika ada seorang laki-laki yang menginginkan hubungan serius denganku, aku hanya inginkan orang tuanya mengenal dan merestui aku terlebih dahulu, dan aku tidak inginkan status pacar. aku hanya menginginkan perkenalan dan langsung menikah saja.

semoga kamu pun menjadikan ini suatu pelajaran yang berharga. baiknya kamu sukses dulu sesuai keinginan ibumu, setelah itu kamu mengenalkan wanita yang nanti kamu cintai. setelah ibumu merestui, barulah kamu bebas berucap "apakah kamu mau jadi istriku?" Seperti yg sering kamu katakan kepadaku setiap hari, kepada wanita yang kamu cintai nanti.
karena jika kamu tidak seperti itu, maka akan ada wanita kedua yang sakit hatinya seperti ditarik ulur kematian.

ibank, terimakasih kamu pernah memperjuangkan aku.
ibank, terimakasih kamu pernah selalu ada untukku.
ibank, terimakasih kamu pernah menjagaku.
ibank, terimakasih kamu pernah mencintai aku.
ibank, terimakasih kamu pernah menyayangiku sama seperti kamu menyayangi ibumu.
ibank, terimakasih untuk semua waktumu yang pernah kamu berikan untukku.
ibank, terimakasih untuk semua pengorbananmu.