dalam hidup, akan ada seseorang yang hadir untuk mendewasakan dengan melukai. ada juga yang hadir untuk merawat luka di hati. dan aku menyadarinya bahwa itu adalah kamu.
kamu yang hadir hanya untuk sementara dan bukan untuk selamanya menjadi teman hidupku. kamu yang pernah merawat luka ketika dulu aku merasa sakit dikhianati.
dan yang aku lakukan sekarang adalah melepaskan, karena jodoh bukanlah soal akhir, melainkan awal.
jika Tuhan mempertemukan aku denganmu saat itu, maka itu memang harus terjadi karena dengan pertemuan itu, kamu telah membawaku kesatu titik, dimana aku sudah mendapatkan pelajaran tentang hidup untuk menyambut jodohku yang baru.
Tuhan mempertemukan untuk satu alasan. entah untuk belajar atau mengajarkan. entah untuk sesaat atau untuk selamanya. entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. tapi aku selalu memberikan yang terbaik di waktu tersebut, dan aku melakukannya dengan tulus. meski ternyata impian kita tidak menjadi apa yang di inginkan. bagiku tidak ada yang sia-sia karena Tuhanlah yang mempertemukan.
terkadang logika memang harus di ikut sertakan selain hati dalam sebuah perasaan cinta.
mencintai seseorang dengan tulus adalah hak untuk semua orang, tapi ketika orang yang kita cintai dengan setulus hati tidak lagi mencintai, menyayangi, dan memperlakukan kita seperti dulu, untuk apa kita harus menyimpan perasaan itu terlalu lama.
move on, ya kata itu yang harus aku lakukan sekarang. tapi dengan tidak pernah melupakan ucapan terimakasih untuk waktu yang pernah dia berikan. karena waktu adalah salah satu hadiah terindah yang bisa diberikan dari seorang manusia kepada manusia lainnya. karena dia rela memberikan sebagian jatah hidup miliknya yang tidak akan pernah kembali, hanya untuk mengurus manusia lainnya, yaitu aku. karena dia yang dulu selalu ada untukku, menjawab segala ocehanku, mendengarkan segala keluh kesahku, dan bersabar dengan segala tingkah kekanakanku. aku selalu mendoakannya agar ia memiliki waktu yang berkah. aamiin.