Senin, 02 Desember 2013

Happy Birthday My Beloved Mom


Happy birthday my beloved mom
29 november 2013
47 years old
Wish u all d best
God blessing you, mom

Birthday party with red costum

Sabtu, 01 Juni 2013

How to Read Louis Vuitton Date Code and Serial Numbers?

All votes are appreciated! If you find the following information helpful, please scroll to the bottom of this page and vote "YES" to the guide's helpfulness. Your vote will help my guides be more accessible to other people with the same questions. I appreciate any feedback and will be continuously updating new information. Knowlege is power and together we can combat the counterfeit market. 
_________________________________________________________________________________
First of all, I must say Date Codes are not an absolute way to determine authentcity of Louis Vuitton items. Many Vintage Louis Vuitton do not have Date Codes at all and nowadays almost all fake bags have date codes. Date code (DC) is also commonly refered to as "serial numbers" and can be used interchangeably. DC were only widely used after the 1990's. The DC was meant for the use of Louis Vuitton employees internally to identify their own handbags. Not for authenticity purposes. Not all handbags with serial numbers are authentic and not all handbags without a serial number are fake.
_________________________________________________________________________________
Louis Vuitton made in the early 80's had three or four digits only and Louis Vuitton made in the late 80's had three or four digits followed by two letters. I've also seem some vintage handbags with one letter followed by 5 digits.
_________________________________________________________________________________
Date codes since the 90's consists of two letters followed by four numbers. The first two letters tell you "the country where it is made" and the numbers tell you the "month and year it was manufactured". For defination of letters, refer to the following: (Be aware that this list is not complete and only Louis Vuitton has the complete list. The following is generated from personal experience):
France:  A1, A2, AA, AO, AC, AN, AR, AS, BA, BJ, CT, DU, ET, FL, FR, MB, MI, NO, ND, RA, RI, SD, SL, SN, SP, SR, TH,
VI, VR
USA:  FC, FH, FF, LA, OS, SD
Spain:  CA, LO, LB, LM, LW
Italy:  CE, MA, SA
Germany:  LP
_________________________________________________________________________________
 
The following are some examples:

Example I, Serial number "SP0011" means the bag is made in France and it was made on January, 2001. You take the first and third digit as the month: 01 means January and you take the second and forth digit as the year: 01 means 2001
Example II, Serial number "LA0999" means the bag is made in USA on 09 (means September, take first and third digit), year 1999 (take second and last digit 99 meaning year 1999, only last 2 digits of the year is displayed for simplicity) Now what do you think serial number "CA0917" mean? Yes, your right, it means Made in Spain, January 1997.
_________________________________________________________________________________
Since January 2007, Louis Vuitton has yet adopted another serial number reading system. Instead of first and third digit being the month, it now means the week of the year the bag was made. For example, VI 2007 translates "Made in France 20th week of 2007 meaning around the third week of May. This was perhaps changed to combat the counterfeit market.

Now that you are an expert in reading Date code or Serial Numbers, I will continue to show you more ways to buy 100% Authentic Louis Vuitton.

Jumat, 08 Maret 2013

LOUIS VUITTON new collecton











my Ellipse


my Pochette














my Speedy 30


my neo petit


my speedy 40





my Summit Drive Amarante 


Selasa, 08 Januari 2013

Aku Pernah Hidup Susah dan Sekarang Terbiasa Hidup Prihatin

6 tahun yang lalu dimulainya hidup keluarga ku yang serba pas-pasan, terkadang sangat kekurangan. Itu berawal karena mamah papah minjemin uang ke saudara sendiri, tapi ga ada tanggung jawabnya sampe sekarang. ada 3 orang yang minjem uang ke papah. tapi sampe sekarang susah banget buat bayarnya. minjem puluhan mungin sampe ratusan juta jumlahnya, tapi kabur gitu aja ke luar profinsi. ga abis pikir saudara sendiri, bahkan adik mamah sendiri, tapi tega bikin susah keluarga aku.

waktu sma kelas 3 tepatnya, aku serba kekurangan. bahkan bayar uang kas kelas aja suka di tunda-tunda. rumahku dulu besar kira-kita 50m persegi, parkiran mobil pun cukup untuk 5 buah mobil, tapi nyaris setiap hari aku makan tahu, tempe atau cuma kerupuk dengan nasi. bener-bener prihatin, tp aku jalani dengan ikhlas. dan satu persatu lemari hias, kristal kesayangan mamah dijual murah, sampe tuperware aja di jual buat mencukupi kebutuhan hidup. ingin menjerit rasanya, tapi itu semua takdir Tuhan, terkadang kita di atas, terkadang kita berada di bawah. 

yang melekat di ingatan aku sampe sekarang , dulu papah sama cindy (adik aku) naik motor buat nagih hutang, orang itu (salah satu yang pinjem uang ke papah) biasa bayar hutang dengan sebuah barang seperti mukena atau baju koko, karena usahanya bangkrut jadi ga bisa bayar hutang ke papah. tapi waktu itu mereka ga bayar sama sekali, mana rumahnya jauh dari rumah. sedih banget padahal aku cuma dengerin cerita cindy, tapi setiap keingetan kejadian itu aku bener-bener nangis dan mata bengkak sampe sekarang. gimana ga sedih, papah sama cindy pulang jalan kaki sambil pegang motor, seberat dan sejauh itu mereka jalan sambil bawa-bawa motor cuma karena bensinnya habis saking jauhnya ditambah panas-panasan, tapi ga mampu buat beli bensin. buat makan aja bener-bener susah.

beranjak kuliah, ekonomi keluarga aku belum membaik, tp aku nekad hidup diluar kota, dulu aku mengandalkan makan daari hasil jualan oriflame. makan bisa sehari cuma 1x, kadang temen kostan aku minta bantuin makananya. awal-awal kuliah aku semakin kurus, karena banyak pikiran dan kurang biaya hidup. tapi aku sudah terbiasa hidup prihatin dan serba pas-pasan.

tepatnya semester 2 akhir, aku coba ikutan beasiswa, yg syaratnya cuma nilai rapot selama SMA, dan alhamdulillah aku  bisa dapet beasiswa itu, gratis spp sampe lulus, dan uang saku pertahun. yang pertama aku beli dari uang saku itu adalah laptop. seneng bgt bisa beli laptop buat ngerjain tugas kuliah aku. di tahun berikutnya uang saku nya aku beliin hp blackberry buat penunjang jualan secara online shop.

tepat di semester 4 akhir, rumah yang bagiku itu besar, sekarang udah di tempati orang. sebenernya sedih banget, karena rumah itu papah bangun dari 0. yang asalnya sawah jadi rumah yang begitu nyaman. tapi setelah rumah itu laku ekonomi keluarga aku semakin membaik. aku dibeliin motor buat ke kampus, papah punya mobil lagi dan beli rumah di pusat kota, tp memang ga begitu besar dari kemarin. papah buka usaha warnet di depan rumah.

sampe detik ini pun aku sering nangis. kalo aku liat seorang bapak jualan tapi dagangannya ga laku / orang yang keliatannya kasihan banget, aku suka nangis, sedih mikirin nasib mereka. aku sering beli jualannya cuma karena kasihan, sampe rumah bisanya cuma nangis keingetan penjualnya. susah banget ngilangin cengeng kaya gini. kadang aku suka minta sama Tuhan, jangan punya rasa kasihan. perasaan kasihan aku terlalu berlebihan. udah mau 2 tahun nih setiap aku pulang kampung selalu pake travel, alesannya cuma ga mau naik bus, kalo naik bus bener-bener sakit hati deh liat bapa-bapa, ibu-ibu, bahkan anak kecil jualan. sedih kalo udah liat orang yang mati-matian kerja buat sesuap nasi.


Do'aku hari ini:
terimakasih Ya Alloh, atas semua yang telah engkau berikan. aku bahagia telah merasakan jatuh bangun nya hidup. setiap hari aku selalu bersyukur dan hingga detik ini. hari demi hari, dan satu persatu apa yang aku inginkan telah kau penuhi. dan hingga aku menyusun sebuah skripsi pun kau berikan aku 2 orang pembimbing skripsi yang amat baik. semoga aku cepat lulus Ya Alloh, berikan aku kemudahan untuk menjalaninya. tidak sabar rasanya aku ingin bekerja dan membantu orang tuaku serta adik-adikku hingga lulus sekolah mereka.