Senin, 21 Mei 2012

my Birthday (18 mei 2012)


Thursday at 7 pm, my boyfriend suddenly comes to purwokerto,
I feel happy, because in one week, he visited me 2x.

in my relationship with him for 4 years, only now my birthday to the 22 he accompany me. I really feel happy.

11:30 pm, me and my boyfriend was busy serving blackberry messages from members of the PTB, I was told to bring my lover to where he wants, and if not, my boarding house would be destroyed, burned by him

promptly at 00:00, my boyfriend gave a gift and he kissed my forehead and say happy birthday. I feel happy when he brought a Zippo, he considers that the cake and candles and sang happy birthday.

a gift that he gives is a beautiful digital clock, because it can illuminate my room at night with a variety of colors.
lover says: I bought a watch so you do not wake up late. and the meaning of colors for every hour of the colored light your days and each day I remember.

thank you my dear


finally me and my boyfriend rushed to meet with members of the PTB. there are provided two liters of milk, fried rice and fried noodles. while I was given a magnum ice cream as a birthday gift from bro agung.

magnum ice cream I have been exhausted, and finally I decided to help my girlfriend spent the milk, but I could only drink 5 glasses of course. I ended up feeling nauseous, and almost vomited. club tradition here is like that, all food and beverages served must be exhausted. However, before, me and my boyfriend eat 2x.

1 am, members of the PTB invited my boyfriend and me to visit the CNEP. an unexpected thing that I can go to that place. for 3 years I was in this city, I have never visited the place.
oh yes, a few days ago I hope at my age to 22, I could go to the CNEP. and finally it happened.

thank God.

in that place I feel, my most ugly, because the clothes that I use like no other, and I just keep quiet and think. because the people there are various kinds. and I also gained confused, why be like that.

woman who seemed intelligent and calm, he smokes while dancing, and there are women who fall for drunkenness. I thought it was hilarious. because I've seen anything like this with my own eyes.
_______________________




Thanks papah, Mamah, aldi, cindy, calista, nadia, tiara thanks the gift \ ('▽ `) /, thanks also for behelers (Mitha, vera, Anjie, bi, Nadia, tiara, thea n) for this suprise  \ ('▽ `) /





Minggu, 20 Mei 2012

Kakek Penjual Amplop di ITB

Kisah Kakek Penjual Amplop di ITB. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.


Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.

Sabtu, 19 Mei 2012

1 mei 2012 ( mae miu story)


Ya tuhan kenapa aku harus kehilangan sahabatku lg?
Meskipun baru 1 bulan bersama, tp sakitnya serasa kehilangan sahabat yg sudah bertahun2..

Semoga malam ini mae dan miu dalam lindunganmu ya Alloh.. dan semoga di pasar mae miu lebih bahagia dibanding di kostan ini.. 

17hari lagi aku ulang tahun, kmrn aku niat bgt beli wishkas tuna buat mae miu, biar pas aku ultah nanti, mae miu jg ikut mrasakan kebahagiaan aku..

Kmrn d travel aku semangat bgt pengen nyampe kostan, n ngasihin oleh2 wishkas tuna, tp sampe kamar, nyari2 udah ga ada, c babu malah bilang mae miu dia buang di pasar, Cuma gara2 nyolong ikan.. mau ga dicolong gmn, dia jarang bgt ngasih makan yg bner, coba aku pulang hari minggu, aku bayar ikan yg dimakan miu 100rb kalo perlu, sambil aku lempar ke mukanya tuh duit.. huh emosi djiwa..

Ada org yg ga punya perasaan ya.. dia sendiri yg bawa mereka.. tp Cuma dijadikan mainan, Cuma dimanfaatin buat nakut2in tikus, biar dagangannya ga dimakan tikus,  tp sahabat aku itu ga pernah dikasih makan yg bener2 makanan buat kucing.. masa kucing Cuma dikasih nasi? 

Gw ikhlas ngasih makan mae n miu, tp aku ga ikhlas, di kala aku udah syg sama mae miu, 1 bulan lebih bersama, c babu se enaknya buang mae n miu?

aku bahagia bgt udah kenal mae dan miu..
Pertama miu dateng ke kostan, kira2 18 maret, miu dateng dgn karakter yg lincah, suka ngejar2, malah suka nyakar..  tp kedatangan miu tgl 23 maret, mengubah karakter mae..
   
Lucu bgt, mereka beda latar belakang, mae dr baturaden, miu dr pasar.. mae yg lincah, miu yg pendiem.. tp akhirnya bias akur.. skaligus mae bias cepet berubah jd baik..
    
Yg ga bisa aku lupain, mae suka naik2 kasur, naik2 meja belajar, kadang aku marahin kalo udah ikut bobo d kasur.. lucu bgt wajahnya kalo udh aku marahin, tp marah aku ga kejam, Cuma bilang ‘’ mae pindah, ini tempat bobo kaka ya.. ‘’, trus mae suka diem d jendela..  kalo miu suka bobo di keset dpan wc.. suka jilat2 kaki aku kalo lagi bobo, kalo aku lg nonton tv, miu manja suka bobo n ngusel2 di kaki..  
miu manja bgt kalo udah bobo, pengennya nempel kaki.. aku bener2 sayang kalian ber2.. aku berharap dipasar kalian sama sama terus.. saling menyayangi.. seperti di kostan ini.. 
mae n miu suka gentian jilatin 1 sama lain, aku tau mereka saling sayang.. kehadiran kalian ber2 selama 1 bulan lebih ini, sangat berarti..


oh ia, mae sama mu juga kalo aku mau kuliah suka anterin sampe depan pintu luar, terus kalo aku balik kuliah, mae miu juga ada d dpan pintu kost, mereka ngikutin naik tangga sampe ke kamar.. 
kalo aku pergi beli makan malem2, mae miu nungguin di tangga, duduk ber2an.. (bener2 ga bsa aku lupain..)


mae slalu pengen masuk kamar.. lucunya mae..
mae sama miu kalo minum susu gantian.. baik ya ga rebutan.. malah saling nunggu..
mae cantik bgt..
mae sama miu lg maen kejar2an..
miu slalu bobo manja kalo ada kaki aku..






apapun makanan yg aku suka, mae juga ikut makan.. kucing ajaib..




makasih miu, aku pernah dapetin kasih syg dr miu.. pernah merasakan kehangatan miu.. dan kelembutan miu.. jgn pernah lupain aku ya.. aku sayang kalian..
       
aku berharap, kalian seperti ini di pasar.. selalu bersama.. kebersamaan kalian, memberi banyak manfaat buat aku, meskipun berbeda latar belakang, berbeda org tua, tp kita harus saling menyayangi..
Semoga kalian ga kelaparan, ga kedinginan, dang a dijahatin manusia2 ga punya perasaan..
     



Makasih ya mae n miu, pernah tidur bareng2.. maaf aku ga bisa ngasih yg terbaik.. Cuma bisa ngasih makan dan susu se adanya.. aku sayang kalian.. sama seperti apin dan iam yg pernah mengisi hari2 di kostan karlos ini.. semoga kalian ga pernah ngelupain aku.. dan ga berfikir aku yg ninggalin kalian, aku nyesel ga pamit sama kalian wkt di jemput travel, krn kalian lg tidur ber2 di keset jemuran, tidur dengan damai..